Wawancara Exclusive dengan Kasubdit Kesejahteraan Mahasiswa, Direktorat Kemahasiswaan IPB
Ibu Megawati Simanjuntak
Interviewer : Muhammad Viqih & Ana Widiyawati

PEMIRA KM IPB menurut ibu apa sih?
 Event mahasiswa IPB untuk belajar berdemokrasi,dimana mahasiswa akan memilih para pemimpinnya di Lembaga Kemahasiswaan (LK) terutama di BEM KM IPB
Harapan apa yang diinginkan oleh Ibu dan Institusi untuk Presiden-Wakil Presiden Mahasiswa yang terpilih nantinya?
 Harapannya pasti ingin lebih baik lagi.Baik dalam berperilaku dan cara fikir untuk bisa menjadi contoh bagi sekelilingnya.Tidak hanya bisa memimpin saja.Namun,sikap dan Behaviour itu penting.Pemimpin tidak cukup hanya bisa menampung golongan tertentu saja tetapi juga bisa mempersatukan dan menyatukan warna-warna yang ada di IPB karena warna-warna itu apabila disatukan maka akan indah terasa. Jika salahsatu saja warna itu pudar maka diharapkan Presiden Mahasiswa lah yang bisa membangkitkan itu. Sinergisitas dan Hubungan antara BEM dengan keseluruhan Lembaga Kemahasiswaan (LK) baik UKM-DPM-HIMPRO bisa tercapai sehingga tidak ada lagi UKM dan LK lainnya yang merasa belum puas. Dalam keseluruhan itu diharapkan bisa tertampung baik individu dan kelembagaan yang ada.
Jadi apa yang harus dilakukan selanjutnya?
 Hanya di improve saja dengan menginisiasikan forum bersama terutama di Lembaga Kemahasiswaan(LK).Sehingga akan lebih muncul lagi semua kegiatan yang bisa mewadahi warna yang ada yang kemudian bisa merepresentasikan LK yang ada.
Terkait dengan permasalahan Mahasiswa IPB pada umumnya, Presiden Mahasiswa diharapakan seperti apa?
 Tentu diharapkan dapat memahami permasalahan yang ada baik di Mahasiswa dan IPB secara keseluruhan.Di Mahasiswa itu sendiri, diharapakan adanya kontrol baik di dalam kampus dan di luar kampus,sehingga Peran pemimpin mahasiswa adalah bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di dalam kampus dan di luar kampus; Apabila terjadi hal dimana itu ada di luar kampus,Presiden Mahasiswa diharapkan mengerti dan tahu akan permasalahan yang ada, yang kemudian bisa diselesaikan bersama. Tidak hanya kritik/mengkritisi kebijakan yang ada serta mau eksen saja.Namun bisa memberikan solutif bersama baik di dalam kampus dan di luar kampus.
Dalam sudut mata Ibu, Mahasiswa seperti apa yang diharapkan oleh IPB?
 Mahasiswa diharapkan tidak hanya bisa menyalahkan tapi bisa memperbaiki,menjaga dan mendukung kebijakan yang ada.Sehingga menurut saya Mahasiswa IPB diharapkan “Cerdas”. Cerdas dalam tanggap informasi – Be Smart Student,Cerdas dalam menanggapi lingkungan yang ada terutama sampah yang ada dimana-mana, dan Cerdas dalam pergaulan,apalagi zaman saat ini ya pergaulan bebas sangat terasa.
Kata terakhir dari Ibu untuk PEMIRA tahun ini?
 Jadikan kegiatan ini aman,semua pihak terlibat, partisipasi meningkat,serta golput berkurang.Mungkin saran aja ya buat kegiatannya jangan mengganggu keberlangsungan perkuliahan.Aman-terkendali dan nyaman.Sukses pemiranya….

“Al-Quran adalah kunci kecerdasan integral” ini adalah moto yang selalu Kami ingin sebarkan kepada seluruh kaum muslimin, dengan menghafal Al-Quran maka semua potensi kecerdasan manusia akan terasah, berikut penjelasannya.

Menghafal Al-Quran menguatkan hubungan dengan Allah sang pemilik ilmu

Sesungguhnya semua ilmu pengetahuan adalah milik-NYA, Dialah Al Aliim. Dialah pemilik semua jawaban dan dengan kasih-NYA Ia menurunkan setetes ilmu di dunia ini agar manusia memiliki makna yang istimewa, supaya manusia memiliki perangkat untuk tampil sebagai khalifah, agar manusia dapat mengelola dengan baik (mengambil dan memelihara) semua rizki yang dikaruniakan-NYA di dunia ini.

Dari semua ilmu, ulumul Quranlah yang paling utama. Dari semua kitab (buku) AlQuranlah yang paling mulia. Jika kita mempelajari Al-Quran dan berinteraksi dengannya, sejatinya kita sedang mengambil jalan kemuliaan dihadapan Allah sang pemilik ilmu.

Dan karenanyalah Insya Allah sang penghafal Al-Quran akan mendapat jaminan kemudahan dari Allah SWT dalam dua bentuk, yaitu ; kemudahan mempelajari Al-Quran (QS Al-Qamar 17) dan karunia kemudahan pada ilmu-ilmu yang lain (QS Al-Mujadilah 11).

“Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS Al-Qamar 17)

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Mujadilah 11).

Andai seseorang ingin mempelajari teori quantum pada ilmu fisika. Ia harus menghabiskan waktu sebulan agar dapat memahaminya dengan baik, namun apabila ia menggunakan sebagian waktu dan tenaganya untuk menghafal Quran, maka Allah yang rahiim sang pemilik ilmu dan kemudahan itu akan mengganti waktu dan jerih payahnya menghafal Al-Quran itu dengan cara membuka kecerdasan sang penghafal Quran, sehingga dalam waktu lebih singkat – seminggu- ia sudah berhasil memahami dengan baik teori Quantum. Inilah yang dialami oleh para tokoh Islam yang tidak hanya dikenal sebagai Ulama besar, tetapi sekaligus juga ilmuwan dari berbagai bidang.

Mengherankan ada manusia yang bisa sedemikian banyak memahami berbagai bidang ilmu, misalnya Imam Ghazali adalah seorang teolog, filsuf (filsafat Islam), ahli fikih, ahli tasawuf, pakar psikologi, logika bahkan ekonom dan kosmologi. Atau Ibnu Sina seorang ulama yang sedari kecil mempelajari ilmu tafsir, Fikih, Tasawuf, tiba-tiba bisa disebut sebagai pakar kedokteran dan digelari ‘Medicorium Principal’(Rajanya ara dokter) dan buku yang ditulisnya ; Al-Qanun Fith-Thib menjadi bahan pelajaran semua dokter didunia.

Faktor penting yang menjadikan mereka mampu melanglang buana keilmuan dan melintasi cabang keilmuan yang seolah (bagi mereka yang dikotomis -suka memisahkan ilmu agama dengan ilmu umum) berseberangan ini adalah karena mereka menghafal dan mempelajari Al-Quran sehingga Allah SWT sang pemilik ilmu membukakan bagi mereka pintu gerbang ilmu-ilmu lainnya.

Menghafal adalah dasar dari ilmu pengetahuan

Menghafal adalah dasar dari semua aktivitas otak. setelah data terparkir dengan baik, baru dapat dilakukan pengolahan lebih lanjut ; misalnya identifikasi, pengklasifikasian berdasarkan kesamaan, membandingkan dan mencari perbedaan, mengkombinasikan persamaan dan atau perbedaan untuk melahirkan sesuatu yang baru, dan lain sebagainya.

Misalnya abjad, seorang anak harus menghafalnya terlebih dahulu baru bisa digunakan untuk membaca dan menulis. Angka harus dihafal dahulu sebelum dipermainkan dalam bidang matematika. Setiap pasal dan ayat dalam undang-undang harus dihafal dahulu sebelum digunakan para hakim, pengacara, dan penuntut di ruang pengadilan.

Menghafal adalah dasar dari semua ilmu. Tanpa materi hafalan tidak ada data yang bisa diolah, tanpa olahan data maka ilmu pengetahuan tidak akan pernah ada. Menghafal adalah tangga pertama ilmu pengetahuan, menghafal adalah langkah wajib untuk cerdas.

Ada yang mengatakan bahwa menghafal akan melemahkan kemampuan analisa si anak, pernyataan ini benar, kalau si anak hanya disuruh menghafal saja tanpa melanjutkan ke proses lainnya. Menghafal adalah tahapan awal berinteraksi dengan Al-Quran, sesudah menghafal dan belajar membaca dengan benar maka harus disambung pada fase berikutnya yaitu mempelajari maknanya baik harafiah maupun penafsirannya, setelah itu mengaplikasikannya dalam kehidupan pribadi maupun yang terkait dengan kehidupan bermasyarakat, seorang muslim yang cerdas akan menggunakan ayat-ayat Al-Quran untuk menjawab semua persoalan, lalu fase terakhir adalah mengajarkannya kepada semua orang muslim. Itulah tahapan berinteraksi dengan Al-Quran yang benar. proses ini berkelanjutan tak boleh berhenti, tidak boleh hanya menghafalnya saja, atau hanya belajar membaca saja.


  • muhammadv09 on Juni 16th, 2011

    Babi adalah sejenis hewan ungulata yang bermancung panjang dan
    berhidung leper dan merupakan hewan yang aslinya berasal dari Eurasia.
    Kadang juga dikenali sebagai khinzir (perkataan Arab). Babi adalah
    omnivora, yang berarti mereka mengkonsumsi baik daging maupun tumbuhtumbuhan.
    Selain itu, babi adalah salah satu mamalia yang paling pintar,
    dan dilaporkan lebih pintar dan mudah dipelihara dibandingkan dengan
    anjing dan kucing. Namun bagaimana sudut pandang islam ??

    fakta-ilmiah-tentang-keharaman-babi-yogapw

    muhammadv09 on Juni 16th, 2011

    Moh.NurSalim-FIKIHREALISTIS

    muhammadv09 on Desember 20th, 2010


    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Kematian memang tidak bisa dielakkan, cepat atau lambat itu masalah waktu. Dalam hubungan dengna kesehatan, salah satu faktor yang menyebabkan kematian datang cepat adalah kelelahan mental akibat gangguan tidur atau kekurangan tidur.

    Menurut AskMen, berikut adalah efek mematikan akibat kurang tidur yang dialami seseorang.

    1. Kecelakaan lalu lintas. Sebuah perkiraan dari 100 ribu kasus kecelakaan di jalan raya terjadi dalam setahun diakibatkan supir yang mengantuk. 15 ribu dari kasus tersebut berakhir kematian. Penyebab utama pengemudi tak bisa berkonsentrasi ketika menyetir begitu melelahkan karena kurang tidur.

    2. Kecelakaan kerja. Lelah akibat kurang tidur sungguh mempengaruhi kinerja d tempat kerja yang bisa berdampak pada pengembangan karir bahkan kehilangan pekerjaan. Efek terburuk dapat terjadi ketika bekerja dengan alat-alat berat, karena risiko kecelakaan di tipe pekerjaan macam ini bisa menyebabkan kematian.

    3. Lekas marah, depresi dan bunuh diri. Kualitas tidur juga dibutuhkan untuk dapat berpikir jernih dan santi. Kurang tidur berpotensi membuat seseorang cepat naik darak, merasa sedih. Bila tak ditangani dengan baik bisa menyebabkan depresi dan skenario terburuk; bunuh diri.

    4. Obesitas dan serangan jantung. Pola makan tidak sehat memang faktor utama pemicu obesitas, Namun pola tidur juga memiliki dampak. Kelelahn akibat kurang tidur dapat menghambat produksi leptin atau hormon pengatur selera makan. Alhasil prosi makan tidak bisa dikontrol. Bila berat badan tak terkontrol maka risiko serangan jantung pun dapat terjadi sewaktu-waktu.

    5.Diabetes. Berbagai studi telah menunjukkan kurang tidur dan pola istirahat yang kacau dapat menggangu metabolisme pencernaan dan membuat tubuh mudah meningkatkan kadar gula darah. Bila ini terjadi efeknya memang mematikan, merentang dari kesulitan penyembuhan luka, gagal ginjal hingga serangan jantung.

    muhammadv09 on Desember 10th, 2010

    Aktivitas memburu tuna sirip biru dapat menggangu ekosistem perairan laut yang juga dapat mengganggu kehidupan manusia.

    Ikan pemakan daging merupakan bagian penting yang membantu keseimbangan kehidupan laut. Tanpa kebiasaan makan itu, organisme lebih kecil akan berlimpah dan mempengaruhi keseluruhan ekosistem bawah laut. Sebagian ilmuwan mengatakan, kondisi itu akan merusak laut. Tapi sejauh ini, pihak-pihak yang bertanggung jawab mengurus perikanan Internasional tidak berbuat banyak untuk melindungi satu spesies yang terancam kepunahan.
    Ilmuwan juga mengatakan, spesies ini di ambang kepunahan, dan semua itu karena kesalahan manusia. Kate Willson seorang wartawan investigatif mengatakan, “Tidak seorangpun yang bebas dari kesalahan ini.”
    Kate Willson menyelidiki bahwa belum lama ini ia menemukan perdagangan gelap ikan tuna sirip biru atau bluefin tuna bernilai empat juta miliar dolar. “Ilmuwan mengatakan kepada kami, ketika ikan predator seperti tuna sirip biru atau ikan besar lainnya ditangkap hingga habis, hal ini akan mempengaruhi keseluruhan eko sistem,” katanya. “Pakar mengatakan, Anda nanti terpaksa makan sashimi ubur-ubur laut dan burger ganggang laut, jika ikan besar habis, karena mereka berperan sebagai tulang-punggung ekosistem.”

    Ekosistem adalah bagaimana makhluk hidup saling berinteraksi antar mereka dan dengan lingkungan mereka. Ilmuwan juga berpendapat, ekosistem dapat berubah secara drastis, jika salah satu pemeran ekosistem itu hilang dari rantai pangan tersebut.
    Pejabat pemerintah dan anggota kelompok lingkungan bertemu di Paris pertengahan November lalu, untuk membicarakan peraturan penangkapan ikan yang berdampak pada semua kehidupan di bumi. Sue Lieberman adalah direktur kebijakan Internasional dengan grup lingkungan nirlaba yang berbasis di Washington, DC. Dia mengatakan ikan tuna sirip biru terancam kepunahan.
    “Ikan itu dalam kondisi lebih buruk dari apa yang kita duga, dan itulah sebabnya kami mengadakan pertemuan untuk menghentikan penangkapan ikan tuna sirip biru. Marilah berhenti melakukan pengelolaan yang salah dan memulai dengan pengelolaan yang benar untuk menjamin masa depan bagi spesies ini,” kata Sue Lieberman.
    Baik Lieberman maupun Wilson mengatakan bahwa ketamakan, korupsi dan pengelolaan kuota perikananyang buruk, membawa kita keterpurukan ini.
    “Kuota ini dirancang untuk memulihkan ikan ini, namun menurut ilmuwan merekomendasikan, dalam kuota ada kurang konsisten penegakan, penipuan, ikan yang diperdagangkan tanpa dokumen ke titik dimana bisnis ini bernilai milyaran dollar dan akan menyebabkan menipisnya spesies,” kata Lieberman.
    Sushi dengan potongan segar tuna sirip biru.
    Wilson mengatakan, hampir punahnya ikan tuna sirip biru ini disebabkan meningkatnya permintaan Jepang untuk membuat sushi segar pada tahun 1970-an dan 1980-an. Praktek penangkapan ikan itu dilakukan di dua wilayah utama, dimana ikan tuna sirip biru berkembang biak, yaitu di Teluk Meksiko dan di Laut Tengah.
    “Kamu tidak butuh gelar doktor di bidang perikanan untuk tahu bahwa itu tidak pintar,” kata Sue Lieberman. “Jika Anda ingin spesies untuk melanjutkan masa depan, Anda tidak mengambil mereka ketika mereka datang untuk berkembang baik.”
    “Sembilan puluh persen dari ikan besar diperkirakan sudah punah,” kata Kate Willson, “Ikan tuna sirip biru merupakan cermin dari kecenderungan yang menimpa spesies ikan-ikan besar lainnya.”
    “Kami tidak mengatakan untuk larangan menangkap ikan, tetapi kami mengakatan bahwa tidak menangkap dengan cara yang seperti itu,” kata Lieberman. “Ini tidaklah individual tunggal dengan tiang dan barisan, ini bukanlah nelayan, ini adalah hal yang sangat besar, penangkapan ikan pada skala industri. Pemerintah dapat mengubah ini, ini bukanlah suatu aktifitas yang yang kita lakukan, dan tidak bertanggung jawab atasnya.”
    “Jika negara-negara ingin melindungi ikan ini (tuna sirip biru), mereka harus serius dengan menegakan peraturan dan mendengarkan apa yang para ilmuwan tetepkan dengan batas penangkapan,”kata Willson.
    “Manajemen spesies ikan di laut lepas bukan terkait santapan seafood yang lezat ketika mereka makan di retoran-restoran, ini adalah tentang masa depan planet kita,” lanjut Lieberman. “Dan, kita harus menetapkan pengelolaan laut yang benar.”
    Sementara kalangan internasional mengambil keputusan untuk menerapkan peraturan baru untuk membatasi penangkapan jenis ikan hiu, mereka menurunkan kuota ikan tuna sirip biru menjadi hanya empat persen.

    Sumber http://www.voanews.com/indonesian/news/Tuna-Sirip-Biru-Terancam-Punah.html

    muhammadv09 on Desember 3rd, 2010

    Pengalaman adalah guru yang paling brutal dan kejam. Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki “raja jalanan”.

    Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda – Soichiro Honda – diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. “Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever. Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi dan bermimpi…

    Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya. Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.

    Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.

    Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.

    Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.

    Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.

    Kuliah karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah – pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.

    “Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya,” ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

    Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

    Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

    Akhirnya, tahun 1947,setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, “sepeda motor” – cikal bakal lahirnya mobil Honda – itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok.

    Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobinya, menjadi “raja” jalanan dunia, termasuk Indonesia. Soichiro Honda mengatakan, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. “Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya”, tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru dan berusahalah untuk merubah mimpi itu menjadi kenyataan.

    Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin. Jadi buat apa kita putus asa bersusah hati merenungi nasib dan kegagalan. Tetaplah tegar dan teruslah berusaha, lihatlah Honda sang ”Raja” jalanan.

    5 Resep keberhasilan Honda:

    1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.
    2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.
    3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.
    4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
    5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.

    Sumber http://duniainspirasi.blog.friendster.com

    muhammadv09 on Desember 3rd, 2010

    By Jason Palmer Science and technology reporter, BBC News

    The first organism able to substitute one of the six chemical elements crucial to life has been found.

    The bacterium, found in a California lake, uses the usually poisonous element arsenic in place of phosphorus.

    The find, described in Science, gives weight to the long-standing idea that life on other planets may have a radically different chemical makeup.

    It also has implications for the way life arose on Earth – and how many times it may have done so.

    The “extremophile” bacteria were found in a briny lake in eastern California in the US.

    While bacteria have been found in inhospitable environments and can consume what other life finds poisonous, this bacterial strain has actually taken arsenic on board in its cellular machinery.

    Until now, the idea has been that life on Earth must be composed of at least the six elements carbon, hydrogen, oxygen, nitrogen, sulphur and phosphorus – no example had ever been found that violates this golden rule of biochemistry.

    The bacteria were found as part of a hunt for life forms radically different from those we know.

    “At the moment we have no idea if life is just a freak, bizarre accident which is confined to Earth or whether it is a natural part of a fundamentally biofriendly universe in which life pops up wherever there are Earth-like conditions,” explained Paul Davies, the Arizona State University and Nasa Astrobiology Institute researcher who co-authored the research.

    “Although it is fashionable to support the latter view, we have zero evidence in favour of it,” he told BBC News.

    “If that is the case then life should’ve started many times on Earth – so perhaps there’s a ‘shadow biosphere’ all around us and we’ve overlooked it because it doesn’t look terribly remarkable.”
    As unexpected

    Proof of that idea could come in the form of organisms on Earth that break the “golden rules” of biochemistry – in effect, finding life that evolved separately from our own lineage.
    Continue reading the main story
    “Start Quote

    The take-home message is: who knows what else is there? We’ve only scratched the surface of the microbial realm”

    End Quote Professor Paul Davies Arizona State University

    Study lead author Felisa Wolfe-Simon and her colleagues Professor Davies and Ariel Anbar of Arizona State University initially suggested in a paper an alternative scheme to life as we know it.

    Their idea was that there might be life in which the normally poisonous element arsenic (in particular as chemical groups known as arsenates) could work in place of phosphorus and phosphates.

    Putting it to the test, the three authors teamed up with a number of collaborators and began to study the bacteria that live in Mono Lake in California, home to arsenic-rich waters.

    The researchers began to grow the bacteria in a laboratory on a diet of increasing levels of arsenic, finding to their surprise that the microbes eventually fully took up the element, even incorporating it into the phosphate groups that cling to the bacteria’s DNA.

    Notably, the research found that the bacteria thrived best in a phosphorus environment.

    That probably means that the bacteria, while a striking first for science, are not a sign of a “second genesis” of life on Earth, adapted specifically to work best with arsenic in place of phosphorus.

    ‘Weird branch’

    However, Professor Davies said, the fact that an organism that breaks such a perceived cardinal rule of life makes it is a promising step forward.

    “This is just a weird branch on the known tree of life,” said Professor Davies. “We’re interested ultimately in finding a different tree of life… that will be the thing that will have massive implications in the search for life in the Universe.

    “The take-home message is: who knows what else is there? We’ve only scratched the surface of the microbial realm.”

    John Elliott, a Leeds Metropolitan University researcher who is a veteran of the UK’s search for extraterestrial life, called the find a “major discovery”.
    Mono Lake, California (H Bortman) The bacteria were found in the salty Mono Lake

    “It starts to show life can survive outside the traditional truths and universals that we thought you have to use… this is knocking one brick out of that wall,” he said.

    “The general consensus is that this really could still be an evolutionary adapatation rather than a second genesis. But it’s early days, within about the first year of this project; it’s certainly one to think on and keep looking for that second genesis, because you’ve almost immediately found an example of something that’s new.”

    Simon Conway Morris of the University of Cambridge agreed that, whatever its implications for extraterrestrial life, the find was significant for what we understand about life on Earth.

    “The bacteria is effectively painted by the investigators into an ‘arsenic corner’, so what it certainly shows is the astonishing and perhaps under-appreciated versatility of life,” he told BBC News.

    “It opens some really exciting prospects as to both un-appreciated metabolic versatility… and prompting the questions as to the possible element inventory of remote Earth-like planets”.

    Sumber http://www.bbc.co.uk/news/science-environment-11886943

    muhammadv09 on Desember 3rd, 2010

    Tak banyak penghuni laut yang bisa sebebas ikan remora. Kemana pun remora pergi, ia selalu merasa aman. Jangankan ikan sedang seukuran dirinya, ikan besar pun tidak akan berani mendekat.

    Itu bukan karena remora besar dan gagah. Bukan juga karena ikan yang hampir seukuran tenggiri ini punya racun yang mematikan. Jawabannya sederhana, remora selalu bersama pemangsa paling ditakuti seisi penghuni laut, hiu. Kemana pun hiu pergi, seperti apa pun hiu bertingkah, di situlah dan begitulah keadaan remora.

    Suatu kali, remora tampak mendekati seekor penyu tua yang asyik memandangi kesibukan bawah laut. ”Hai Pak Tua! Kenapa kamu tidak berenang menikmati hangatnya laut siang? Takut, ya?” ucap remora agak menyombongkan diri.

    Sang penyu tua menoleh ke arah remora, kemudian ia tersenyum. ”Aku tidak takut, remora. Aku justru sedang menikmati keindahan laut dengan caraku yang seperti ini?” jawab si penyu tua. ”Apa kamu mau bergabung denganku?” tambah sang penyu kemudian.

    ”Ah, dasar penyu tua! Mana sempat aku bersamamu, aku harus selalu bersama bosku, kemana pun dia pergi. Di situ aku bisa dapat keamanan, dan dengan begitu pula aku bisa dapat makanan,” jawab remora mulai agak bergegas.

    ”Tunggu dulu remora. Dalam hatimu yang paling dalam, apa kamu tidak merasa bersalah selalu bersama makhluk pembunuh paling ganas di lingkungan kita?” ucap sang penyu tua, agak serius.

    ”Ah, Pak Tua. Kalau kita ingin tetap hidup, lupakan yang namanya damai dan kejam,” jelas remora ringan. Dan remora pun mulai pergi menuju arah sang hiu.

    ”Hai remora!” teriak sang penyu tua ke arah remora. ”Satu hal yang kamu lupa!” ucap sang penyu tua.

    Penasaran dengan apa yang diucapkan si penyu tua, remora pun berenang mendekat ke arah penyu tua, ”Apa, Pak Tua?”

    ”Satu hal yang kamu lupa, apa kamu juga akan ikut mati, kalau bosmu mati?” ucap sang penyu tua memberikan isyarat agar tak perlu dijawab.

    **
    Dalam dunia persaingan, baik individu maupun organisasi, ada orang atau pihak yang mengambil strategi berada di bawah bayang-bayang yang besar, kuat, dan ditakuti.

    Dari segi ongkos tenaga dan biaya, orang atau pihak ini merasa tak perlu mengeluarkan banyak hal, tapi bisa meraih berbagai hal: keamanan, gengsi, dan sejumlah makanan, walaupun sisa.

    Yang harus ia lakukan sangat sederhana: selalu mengikuti kemana pun sang bos pergi, dan bertingkah sebagaimana bos bertingkah, tanpa perduli apa kata nilai dan nurani.

    Namun, kadang mereka lupa. Bahwa, dengan mengambil langkah itu, ia tidak akan pernah lebih besar dari sang bos. Dan seperti yang diucapkan penyu tua kepada remora, bagaimana jika sang bos tidak bisa lagi diikuti untuk selamanya?

    Sumber http://www.eramuslim.com/hikmah/tafakur/remora.htm

    muhammadv09 on Desember 2nd, 2010

    Mungkin ada orang yang berpikir, bahwa hidup akan terasa indah apabila selalu bergandengan dengan kemudahan. Atau berburuk sangka bahwa kesusahan hanya merusak harmoni hidup di dunia saja. Jika pikiran ini digabungkan, maka semua orang akan menginginkan kemudahan sepanjang waktu dan tidak ingin sedikitpun merasakan penderitaan. Padahal setelah direnungkan sekali lagi, justru hidup menjadi timpang apabila hanya dengan mengecap satu cita rasa saja. Apa rasanya bila tiba-tiba lidah manusia hanya mampu menerjemahkan rasa manis saja? Atau pahit saja? Atau asin saja? atau kecut saja? Atau semua terasa tawar saja?

    Jika lidah kehilangan fungsi terjemahnya atas manis, pahit, asin, kecut atau tawar maka harmonisasi hidup akan rusak. Untuk apalagi ada gula, jadam, garam, mangga muda atau air sumur? Tentu keanekaragaman nikmat Allah menjadi tidak bisa dijangkau dan disyukuri.

    Akhirnya semua akan setuju bahwa lidah manusia dikatakan sempurna apabila semua cita rasa itu bisa diterjemahkan sesuai keadaannya. Itulah keajaiban milik Allah yang ditempelkan pada mulut manusia. Bahkan seorang juru masak, amat percaya pada keajaiban lidahnya. Boleh dikata, kesuksesan sebuah dapur restoran amat bergantung pada lidah seorang koki.

    Tidak selamanya yang pahit di lidah berdampak buruk. Tidak pula semua yang manis di lidah selalu bermanfaat. Adakalanya tubuh menjadi kuat oleh sebab obat yang pahit melebihi pahitnya jadam. Ada kalanya pula tubuh menjadi rusak karena rasa manis yang berlebihan.

    Kesempitan laksana jadam dan kemudahan laksana gula-gula. Kedua-duanya merupakan sunnatullah dalam hidup. Dia datang silih berganti. Tidak mungkin seluruh hidup berisi dengan kesulitan. Sama tidak mungkinnya seluruh kehidupan berisi dengan kemudahan. Hanya saja bobot kemudahan dan kesukaran yang dihadapi masing-masing berbeda-beda kadarnya. Allah telah menyesuaikannya untuk setiap orang. Bisa jadi, kesukaran hidup yang dialami seseorang belumlah tentu bisa ditanggung oleh yang lain. Atau mungkin saja, satu waktu seseorang tengah merasakan kemudahan hidup tetapi bagi orang lain itu hal yang biasa saja.

    Kesulitan dan kemudahan akan terus terjadi berulang-ulang. Dalam susah ada mudahnya, dalam sempit ada lapangnya. Bahaya yang mengancam adalah menjadi sebab akal berjalan dan fikiran mencari jalan keluar. Dalam kesadaran yang paling jernih, kesukaran, kesulitan, kesempitan, marabahaya yang mengancam dan berbagai ragam pengalaman hidup yang pahit, dapat menyebabkan manusia bertambah cerdas menghadapi semuanya itu, dan dengan sendirinya menjadikan manusia itu sebagai pribadi yang dinamis.

    Dengan cahaya iman, pengalaman yang pahit menjadi kekayaan jiwa yang tak ternilai. Ia akan jadi kenangan yang amat indah untuk membuat hidup lebih matang. Sehingga datang suatu waktu kita mengucapkan syukur yang setulus-tulusnya dan setinggi-tingginya karena Allah telah berkenan mendatangkan kesulitan itu kepada kita pada masa yang lampau.

    Dengan cahaya iman pula, pengalaman kelapangan dalam hidup menjadi khazanah jiwa dalam memupuk kesantuan. Ia akan jadi energi kuat untuk rela berbagi pada yang tengah ditimpa kesempitan. Maka kaya dan miskin tidak lagi dipandang hitam putih sebagai jurang yang memisah derajat sesama. Dengan pola interaksi ini, yang kuat merasa terpanggil melindungi yang lemah. Sementara yang lemah tidak akan putus asa dari rahmat Allah oleh sebab kesempitan hidupnya. Maka si miskin dan kaya, sama-sama mengucapkan syukur yang setulus-tulusnya dan setinggi-tingginya karena Allah telah berkenan merekatkan hati mereka dalam persaudaraan. Makin yakinlah mereka bahwa, fainna ma’al ’ushri yusroo. Inna ma’al ’ushri yusroo. Allahu A’lam.

    Ternyata, kesulitan itu mengantarkan kita pada keajaiban hidup!

    Sumber http://www.eramuslim.com/oase-iman/abdul-mutaqin-selalu-ada-keajaiban-hidup.htm